5 Faktor Yang Mempengaruhi Bounce Rate

Pengertian  bounce rate adalah persentase pengunjung blog yang hanya melihat sebuah halaman lalu meninggalkan blog tersebut tanpa melihat halaman lainnya pada jangka waktu tertentu. Jika persentasenya besar tentu akan memberikan kesan bahwa blog kurang bagus. Artikel ini akan menjelaskan sekilas tentang bounce rate dan faktor penyebabnya.

Faktor Yang Mempengaruhi Bounce Rate

Rumus Bounce Rate

Bounce rate dihitung dari jumlah pengunjung yang hanya mengunjungi satu halaman saja dibagi jumlah pengunjung secara keseluruhan. Contoh: jumlah pengunjung yang hanya mengunjungi satu halaman blog 10 orang, jumlah keseluruhan pengunjung blog 100 maka bounce ratenya adalah (10:100) x 100%= 10%

Menghitung bounce rate

Rumus bounce rate menurut wikipedia seperti di bawah ini.

rumus bounce rateKeterangan.

  • Rb = bounce rate
  • Tv = jumlah pengunjung yang hanya melihat satu halaman saja
  • Te = jumlah seluruh pengunjung blog

Berapa ukuran bounce rate yang masih bisa ditolerir? Angka seputar 20% dianggap masuk akal oleh banyak pakar. Bagi yang sedang menjalankan monetize blog atau menggunakan blog sekaligus sebagai online store makin kecil angkanya tentu semakin bagus. Ini berarti masih banyak pengunjung yang mengunjungi lebih dari satu halaman dalam blognya.

Bagaimana sebenarnya cara mengetahui bahwa seorang pengunjung hanya melihat hanya satu halaman saja lantas pergi meninggalkan blog tanpa melihat halaman-halaman lainnya? Tak perlu sedu-sedan tentang hal itu. Perangkat Google Analytics yang terpasang di blog akan menjalankan tugasnya dengan baik.

Bounce rate konon menunjukkan kualitas sebuah blog. Jika seorang atau beberapa pengunjung hanya melihat satu halaman lalu meninggalkan blog dan tak kembali lagi menandakan ada hal yang kurang beres dari blog yang dikunjungi. Kerja keras kita membangun blog, menerbitkan artikel, dan mempromosikan blog seolah tak berarti.

5 Faktor Pengaruh Bounce Rate

5 dari beberapa faktor yang menyebabkan pengunjung tidak betah bertahan terlalu lama di sebuah blog diuraikan di bawah ini.

1. Navigasi kurang jelas

Navigasi merupakan petunjuk arah bagi pengunjung blog untuk mencari dan menemukan artikel yang dibutuhkan. Kadang saya mengalami kesulitan menemukan artikel terbaru di sebuah  blog. Untuk kepentingan navigasi sebaiknya pasang beberapa menu halaman di tab. yang letaknya di bawah header. Misalkan, menu about, privasi, kategori, portofolio, sitemap, dan lain sebagainya.

Untuk memudahkan pengunjung menemukan artikel yang masih baru bisa pasang widget Artikel Terkini di sidebar. Pintu lain untuk menemukan artikel berupa widget Kategori dan Arsip. Di kedua widget tersebut sekaligus disertai jumlah artikelnya.

Dengan navigasi yang jelas tersebut di atas maka pengunjung dapat dengan mudah mencari dan menemukan artikel yang dicarinya. Alat bantu lain adalah kotak pencarian (Search) yang ada di bagian atas sidebar. Pengunjung tinggal menulis artikel yang dicari lalu klik tombol Search.

2. Warna blog

Silakan simak warna yang saya gunakan di homepage dan halaman-halaman singlenya. Warna dasarnya putih dengan font tulisan warna hitam. Font warna biru dan tebal saya gunakan untuk judul artikel dan anchor text yang diberi link.

Ini bukan untuk estetika saja tetapi juga untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang membaca artikel. Background warna putih dengan font warna hitam paling banyak disukai oleh pengunjung.

Terus terang saya kurang suka dengan blog yang background homepage dan halaman artikelnya berwarna hitam. Apalagi Jika font artikel berwarna merah atau kuning. Membaca satu halaman saja saya merasa silau dan mata menjadi lelah. Saya biasanya tak akan membuka halaman lain dan bahkan tak kembali lagi untuk mengunjungi blog tersebut.

3. Keterbacaan artikel

Maksud hati hendak menerbitkan artikel pilar yang membahas suatu topik secara mendalam. Sayangnya tingkat keterbacaannya kurang bagus. Jarak antara paragraf yang satu dengan yang lainnya kurang lebar sehingga terkesan padat.

Jika menulis artikel sebanyak 1000 kata atau lebih sebaiknya dijadikan beberapa bagian. Tiap bagian diberi sub judul sehingga pembaca mudah memetakan pikirannya. Agar artikel mudah dipahami maka pemakaian bahasa yang sederhana akan sangat membantu.

Untuk menggairahkan pembaca, memperjelas uraian, dan atau mencegah kepenatan pembaca perlu disisi gambar yang relevan dengan artikel. Jangan lupa mencantumkan Alt Text (Alternate text) pada gambar agar robot mesin pencari mengenali gambar tersebut. Alt tetxt pada gambar juga bisa diisi keyword.

Satu hal yang tak kalah penting adalah membuat internal link yang mengarah kepada artikel dalam blog sendiri. Imbangi link keluar secara proporsional. Pastikan anchor textnya menarik agar pengunjung tergoda untuk klik anchor text yang sudah dipasang link.

4. Pemasangan iklan

Bagi blogger yang sedang memonetize blog tentu tak bisa melepaskan diri dari iklan. Aneka iklan dalam bentuk teks dan gambar sebaiknya ditata dengan baik agar tak mengganggu kenyamanan pengunjung. Perhatian khusus pada iklan yang dipasang di badan artikel.

Pop up iklan yang tiba-tiba muncul ketika pengunjung membuka blog sebaiknya ditiadakan. Jarang ada pengunjung yang suka jika artikelnya tertutup oleh iklan. Mau tidak mau pengunjung harus menekan tombol close atau tanda silang pada iklan tersebut agar bisa membaca artikel dengan leluasa.

5. Setingan komentar kurang bersahabat

Hal yang agak mengganggu lainnya adalah kode captcha (Completely Automated Public Turing test to tell Computers and Humans Apart) ruwet dan sulit ditembus. Terus terang saya sering tidak lulus ketika memilih captcha marka jalan. Padahal menurut saya sudah benar tetapi tetap saja disalahkan.

Satu lagi, kolom komentar ada yang tidak memberikan blogger pengunjung menampilkan url website. Setiap blogger pada umumnya ingin menampilkan nama diri dan url blog pada kolom Profile.

Bagaimana cara mengurangi bounce rate?

Tentu saja kita harus memperbaiki 5 faktor di atas dan faktor lainnya yang belum saya jelaskan. Termasuk di dalamnya menyajikan artikel yang berkualitas dalam arti menarik dan bermanfaat.

Jangan dilupakan kemudahan mengakses blog. Jika blog sukar dibuka tentu akan berpengaruh terhadap perilaku blogger lain.

Pastikan blog mudah diakses dengan navigasi yang jelas, warna blog yang nyaman, keterbacaan artikel yang baik, penataan iklan, dan settingan kolom komentar yang bersahabat.

Semoga artikel yang ditulis oleh Pakdhe Cholik ini bermanfaat bagi teman-teman blogger.

 

5 Faktor Yang Mempengaruhi Bounce Rate

You May Also Like

Tentang : Lentera SEO

Cuma catatan kecil dari blogger amatir yang lagi belajar ngeblog

Tinggalkan Balasan